perbedaan sopan dan santun

Diposting oleh aurana pada 21:18, 15-Des-12
Sopan : 1 hormat dan takzim (akan, kpd); tertib menurut adat yg baik: dengan -- ia mempersilakan tamunya duduk; kpd orang tua kita wajib berlaku --; 2 beradab (tt tingkah laku, tutur kata, pakaian dsb); tahu adat; baik budi bahasanya: ia berlaku amat -- kepada kedua orang tuanya; 3 baik kelakuannya (tidak lacur, tidak cabul): sekarang ini kita sukar untuk membedakan perempuan yang -- dan yang lacur;

Santun: (1) halus dan baik (budi bahasanya, tingkah lakunya); sabar dan tenang; sopan; (2) penuh rasa belas kasihan; suka menolong

Hedeeeuh... ternyata setali tiga uang... saya juga bingung... santun adalah sopan... sopan santun adalah tata krama ... tata krama adalah sopan santun... huhuhuhuhu... Saya jadi penasaran bagaimana bahasa itu tercipta dan bagaimana kamus itu diciptakan XD
Biarlah bingung tetap berarti bingung... hehehe...

Hmmmm... itu baru membahas arti kata saja lho.. belum sampai ke makna kata.
Nah, pertanyaan selanjutnya... apakah arti dan makna itu berbeda? Jawabnya adalah ya. Lalu apa beda arti dengan makna? Jawabnya adalah beda tulisannya/hurufnya... hahahahaha... XD
Menurut pendapat saya, arti itu merupakan definisi menurut kamus, sedangkan makna itu merupakan pengertian ataupun manfaat yang dapat diperoleh dari kata-kata/kalimat.

Kembali lagi pada pembahasan sopan dan santun. Apa makna sopan dan santun? – Setiap orang boleh dan dapat berbeda dalam memaknainya. Berikut ini contoh gambaran tentang memaknai sopan dan santun.

I. Dikisahkan, dua orang pegawai, sebut saja si A dan si B, yang bekerja di sebuah instansi, sebut saja Departemen XYZ. Si A dikenal sebagai pegawai yang tidak pernah terlambat masuk kantor, tidak pernah membolos, ijin pun sangat jarang. Si A ini selalu bersikap manis terhadap atasan dan setiap kali mendapat tugas dari atasannya, si A ini selalu bilang, “Siap laksanakan, Pak/Bu!”. Akan tetapi, tugas-tugas yang diberikan atasannya itu sering terlambat diselesaikan, bahkan sesekali malah tidak selesai sama sekali dan akhirnya harus dilimpahkan ke pegawai lain. Sedangkan si B, pegawai yang satunya lagi, setiap bulan selalu punya catatan tidak masuk kantor, entah itu dengan disertai surat ijin maupun tanpa keterangan sama sekali alias membolos. Atasan si B menganggap si B sebagai pegawai yang kurang tata krama karena atasan si B ini merasa sikap si B sama, baik dengan atasan maupun yang bukan atasannya (intinya atasan si B ini merasa si B ini tidak punya rasa hormat dengan atasan). Namun demikian, si B ini selalu menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan atasannya dengan hasil yang memuaskan dan tepat waktu, bahkan sesekali lebih cepat dari yang ditentukan. Oleh karena itu, atasannya tidak mempertimbangkan untuk memecat si B walaupun si B sering tidak masuk kerja dan dianggap tidak tahu tata krama. *tamat*


II. Di suatu pagi yang cerah ceria, Master Shifu bercerita tentang sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia kepada dua muridnya, si Tong dan si Pang. Entah karena salah ucap, sudah pikun atau memang gagal paham, pada tengah cerita, Master Shifu berkata bahwa lagu kebangsaan Indonesia diciptakan oleh WS Rendra. Nah, kebetulan kedua muridnya itu tahu bahwa pencipta lagu Indonesia Raya adalah WR Supratman. Si Tong, walaupun tahu kalau gurunya salah ngomong, dia tidak berani membetulkan, dan dia pun cuma senyam-senyum sambil manggut-manggut ngga ikhlas. Sedangkan si Pang langsung bereaksi spontan untuk membetulkan perkataan gurunya dengan berkata kepada gurunya, “pengarang lagu kebangsaan Indonesia itu bukan WS Rendra, tapi WR Supratman, guru... masa gitu aja salah sih... nenek-nenek sampoan juga tau kaleee...guoblok!”. *tidak bersambung* (singkat cerita, si Pang masih menjadi murid Master Shifu dalam dunia nyata, namun dalam dunia maya, si Pang sudah di-remove oleh Master Shifu dari pertemanan fesbuk).


Dua cerita super pendek di atas hanyalah contoh semata, jika ada kemiripan tokoh maupun jalan cerita, itu hanyalah kebenaran belaka... hehehe...

Si A (cerita I) dan si Tong (cerita II) merupakan contoh gambaran perilaku yang SOPAN tetapi TIDAK SANTUN. Sedangkan si B (cerita I) dan si Pang (cerita II) merupakan kebalikannya yaitu contoh perilaku yang SANTUN tetapi TIDAK SOPAN.
Nah, termasuk tipe yang manakah Anda? Apakah tipe yang sopan namun tidak santun, atau tipe yang santun namun tidak sopan? mmmh... atau malah tipe yang tidak sopan dan tidak santun? hehehe... hanya Anda dan Tuhan yang tahu. Semoga Anda sekalian termasuk tipe orang yang sopan dan santun.
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar